Sabtu, 06 Desember 2014

ReNungan tUk sObat

Ketika seseorang mengatakan hal yg buruk padamu,,
Sesungguhnya dia sedang menunjukkan bahwa dia tidak lebih baik darimu..

Jika kamu berpikir kamu lemah,, kamu salah!
Allah tahu kemampuanmu,,
Masalah hanya tuk orang yg kuat..
Kamu lemah jika kamu menyerah.

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.. Meski kadang kamu tak mengerti alasannya,, tapi Allah selalu memberimu sebuah pelajaran.

Jangan jalani hidup dengan penyesalan.. Kesalahan adalah pelajaran..
Nikmati hidupmu,, jadikan sebuah kenangan yg pantas diceritakan..

Kejujuran memang bisa sangat menyakitkan.. Tapi itu lebih baik daripada berbahagia karena kebohongan..

Kadang lebih baik bersama dia yg kamu cinta,, meskipun ada luka,, daripada bersama seseorang yang berimu tawa, tapi tak ada rasa..

Jangan menyerah pada cinta karena selalu ada seseorang yang mencintaimu.. Bahkan jika itu bukan orang yang kamu harapkan..

Jika seseorang ingin pergi darimu, biarkan dia pergi.. Jangan memaksa dia tuk tinggal, ketika hatinya tak lagi bersamamu..

Jika anda tidak suka apa yang ada di sekeliling anda,, ubahlah,, setidaknya ubahlah diri anda sendiri..
Ingat,, anda bukan sebatang pohon..

Jika yang anda cari belum anda dapati,,
periksa kembali apa yang anda cari..
Karena apa yang anda lihat tergantung dari apa yang anda cari..

Jangan mencari kawan yg membuat Anda merasa nyaman,, tetapi carilah kawan yg memaksa Anda terus berkembang..

Anda tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu.. Karena Anda akan membangun keahlian itu dari melakukannya..

Ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yg sangat berarti bagi Anda..

Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi anda dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan merisaukan masa depan.

Angan biarkan diri terpaku dengan hubungan masa lalu- yg berakhir telah berakhir. Lebih baik temukan seseorang yang baru

Kenangan tak akan bisa berubah, meski orang di dalamnya telah berubah. Tapi kamu harus melupakannya jika ingin terus melangkah.bahagia.

Rencana Tuhan itu seperti film. Semua cerita baik dan buruk dirancang dengan baik untuk sebuah akhir yg bahagia.

Jatuh cinta tak berarti kamu akan selalu bahagia, karena akan ada luka. Namun, kamu akan selalu temukan jalan untuk tetap bersama.

Terkadang cinta memang begitu menyakitkan, tapi karena cinta juga, kamu selalu temukan dirimu tersenyum tanpa alasan. 

Ucapan Selamat Wisuda Untuk Kaka

Selamat wisuda untuk kaka ku Maulida Misgiwati, Semoga ilmu-ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah bisa teraktualisasikan di kehidupan nyata dan bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya. Semoga bisa menjadi insan akademis, pengabdi, pencipta yang diridhai Allah SWT serta teladan bagi seluruh masyarakat. Sukses selalu kaka ku.
maap de ga bisa kesana.. :')


Disetiap langkah yang kita ambil hari ini adalah penentu jalan hidup kita dalam meraih kesuksesan dimasa yang akan datang, jadi mantapkan kaki untuk melangkah jangan ada keraguan yang terselip dalam jejak langkah yang telah kau ambil..
Allah telah merancanakan yang terbaik untuk setiap umatnya sesuai dengan amal perbuatannya..
SELAMAT mengaplikasikan ilmunya kaka ku..


Sebuah keluarga,,Suatu kebersamaan adalah impian semua orang karena darinya lah kita bisa terlahir dan mengenal arti sebuah kesuksesan dimana dalam meraihnya butuh perjuangan yang pastinya tidak mudah..
SUKSES SELALU BUAT KAKA KU TERSAYANG


#SholihaNurwulan

Makalah Kunci Sukses Pelajar Mahasiswa 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebagai makhluk Allah yang paling sempurna, manusia memiliki proses perjalanan hidup yang panjang, kehidupan di dunia ini merupakan satu-satunya kesempatan untuk mengumpulkan bekal menuju alam akhirat. Dan sebaik-baik bekal adalah takwa, namun disisi lain manusia harus benar-benar pandai memanfaatkan kesempatan yang terbatas itu untuk kepentinga masa depannya.
Oleh kerena itu, sebagai langkah awal mencari bekal di dunia maupun akhirat, kita perlu mengetahui Hadits Tentang kunci sukses mahasiswa dalam persfektif hadits
Bagaimana Konsep Siswa/pelajar, peserta didik dalam hadits?. Mengingat bahwa hadits bukan buku yang secara spesifik membahas pendidikan, maka istilah yang merujuk pada pelajar dan yang semakna dapat ditarik dari hadits-hadits yang mengarah pada upaya menuntut ilmu dalam hadits, di antaranya adalah:
1.      Siswa/pelajar/mahasiswa adalah “”thoolibu al-‘ilmi (penuntut ilmu), sebagai penuntut, maka para penuntut harus menempuh jalan-jalan yang membawanya untuk menuntut ilmu, baik berupa do’a, ikhtiyar dan included di dalamnya etika, moral dan sebagainya. Misalnya dalam sebuah hadits disebutkan: Thalabu a-‘ilmi fariidhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin.
2.      Penuntut ilmu adalah orang yang membangun irodah untuk mencari kebahagaiaan (sa’aadah fi al-daarain). iraadah secara bahasa berarti kemauan. Kata ini derivasi dari araada-yuriidu-iraadah, orang yang membangun iraadah tersebut disebut pelaku (subyek) atau faa’il (Bahasa Arab) yang disebut dengan “muriiidun”. Sehingga pelajar juga disebut muriidun karena merupakan orang yang membangun iradah untuk meraih kesuksesan duniawi ukhrawi melalui ilmu yang bermanfaat. Dalam hadits disebutkan: Man araada al-‘dunya fa’alaihi bi al’ilmi wa man araada al-akhirata fa’alaihi bi ‘al-ilmi wa man araadahuma fa’alaihi bi al-‘ilmi (orang yang ingin dunia hendaknya dengan ilmu, ingin akhiratpun dengan ilmu, dan menginginkan keduanya juga dengan ilmu)
Sebuah catatan penting yang berkaitan dengan istilah muriidun adalah muridun yang dikaitkan dengan manusia atau insan-insan penuntut ilmu dengan muriidun dalam sifat wajib bagi Allah. Muridun dalam sifat dua puluh adalah sifat wajib bagi Allah Yang Maha berkehendak. Sedangkan dalam konteks penuntut ilmu adalah muridun yang ingin mencapai kesuksesan dunia akhirat sesuai perintah Allah dalam al-Qur’an seperti yang termaktub dalam Surat Al-Qashas ayat 77:
Artinya:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al-Qashas :77).
3.      Penuntut ilmu adalah saalik yang merupakan isim fa’il dari salaka-yasluku yang berarti “penempuh/yang menempuh jalan”. Jalan yang ditempuh adalah jalan untuk menuntut ilmu. Hal ini berdasarkan hadits seperti yang tertulis dalam bab sebelumnya yang mengatakan: man salaka thaariiqan yabtagy fiihi ‘ilman sahhalallahu thariiqan ila al-jannah (orang yang mennempuh jalan untuk menuntut/mencari ilmu akan dipermudah jalannya ke surga ).
Namun, istilah saalik kurang lazim di telinga, tidak selazim kata “thoolib” ataupun murid, sitilah saalik biasanya digunakan dalam penuntut ilmu rohani seperti tasawuf ataupun thoriqat dan lainnya.

B.     Rumusan Masalah
Masalah yang dapat penulis rumuskan agar pembahasan dalam makalah ini dapat tersusun secara lebih sistematis dan terarah adalah sebagai berikut :
1.      Apa Pengertian Kesuksesan?
2.      Apa Saja Kunci Sukses Mahasiswa/Pelajar secara global?
3.      Apa Saja Kunci Sukses Belajar Mahasiswa/Pelajar?
4.      Adakah Masalah yang menghalangi kesuksesan?

C.    Metode Penulisan Makalah
Metode penulisan yang penulis gunakan dalam menyusun makalah ini adalah library research, yakni penelitian dari berbagai literatur-literatur baik yang bersumber dari buku-buku perpustakaan maupun dari jaringan internet ataupun pemikiran penulis.

D.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai pemenuhan tugas terstruktur mata kuliah Hadits pada Fakultas Tarbiyah (Matematika) Semester III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram Tahun 2012.
2.      Sebagai inisiatif dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan berdasarkan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki didukung oleh literatur relevan dan orang-orang yang kompeten di bidangnya.



BAB II
PEMBAHASAN

Sukses sering kita dengar di telinga kita, tetapi terkadang kita bingung apa sebenarnya yang dimaksud sukses itu. Karena kata sukses itu masih global, tergantung mau dibawa ke arah mana sukses yang kita inginkan. Ada yang beranggapan sukses itu dapat menjalankan segala kegiatan dengan berhasil. Apakah hanya itu saja ?
Ada satu anggapan yang sangat penulis sukai, “SUKSES bukan orang pintar dan kaya raya, Tetapi sukses adalah orang yang dapat membagi ilmunya untuk orang lain. Dan menjadikan orang lain berhasil dengan ilmu yang dia ajarkan”.
Disini penulis akan membagi 4 kunci sukses untuk Mahasiswa Pelajar atau kunci sukses secara global dan 5 kunci sukses belajar Mahasiswa Pelajar secara khusus.
A.    Empat Kunci Sukses Untuk Mahasiswa/Pelajar secara Global
1.      Luruskan Niat
Niat atau tujuan ini amat menentukan hasil yang akan kita peroleh.  Seperti sabda Rasulullah SAW :
 إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ : Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya.[1]
Kalau niat atau tujuan belajar hanyalah sekedar memperoleh ijazah dan gelar, Anda akan memperoleh kedua hal itu (tapi belum tentu Anda memperoleh kompetensi yang diperlukan untuk bekerja dan bermanfaat di masyarakat).  Kalau niat atau tujuan belajar Anda adalah untuk memperoleh kompetensi, biasanya Anda tidak akan berhenti berusaha sebelum Anda memperoleh kompetensi itu.
Untuk bisa berhasil di perguruan tinggi diperlukan komitmen yang tinggi dan kerja keras.  Oleh karena itu, Anda harus amat yakin tentang pentingnya pendidikan tinggi bagi masa depan Anda.
ü  Anda harus memiliki alasan yang jelas mengapa Anda belajar di perguruan tinggi.
ü  Tetapkan tujuan spesifik yang ingin Anda capai.
ü  Ketahuilah apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
ü  Pastikan bahwa tujuan Anda konsisten dengan minat dan kemampuan Anda.
ü  Bersikaplah fleksibel, ubahlah tujuan Anda jika perlu berdasarkan pengalaman selama perjalanan Anda belajar di perguruan tinggi.

2.      Do’a Dan Usaha: Kunci Sukses Penuntut Ilmu
Do’a adalah sebuah permohonan. Kata do’a berasal dari bahasa Arab. Kata tersebut merupakan mashdar dari kata da’a-yad’u- du’aa .Do’a adalah otaknya ibadah (al dua’u mukhhu al-‘ibaadah). Do’a pula merupakan salah satu indikasi seseorang percaya kepada yang Maha Ghaib yaitu Allah SWT. Karena itulah, do’a dianggap sebagai silaahun (senjata) kaum mukmin. Mengapa?. Karena kaum atheis (mulhid) yang mendewakan rasio hanya mejadikan yang kasat dan rasional sebagai tolak ukur setiap aktivitas yang dilakukannya tanpa mengkomunikasikannya dengan yang Maha Pencipta bagi kaum mukmin yaitu Allah SWT. Jadi, Do’a adalah potret pengakuan hamba akan ketergantungan dirinya pada Allah, potret hamba yang selalu mengharap ampunan Allah karena merasa selalu bersalah dan berupaya untuk melakukan terbaik dengan tetap mengharap ampunan Allah SWT.
Adapun Hadist tentang doa dan contoh-contohnya, yaitu :



a.      Do’a dan usaha selamat dari penyakit malas, pengecut, pelit dan sebagainya
Do’a ini patut dibaca oleh siapapun, sebab (misalnya penyakit malas) adalah penyakit yang tidak jarang menjangkiti pelajar/mahasiswa bahkan guru ataupun dosen sekalipun.
  عَنْ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW mengucapkan, Allaahumma innii a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli wal haram wa a'udzu bika min 'adzaabil qabri wa a'udzu bika min fitnatil mahya wal mamaat (Wahai Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, pengecut, kikir dan pikun. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah  kehidupan dan kematian)'" (H.R. Abu Daud, No. 1540)
b.      Berdoa agar selamat dari empat hal: ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang labil tidak khusu’, jiwa yang rakus dan do’a yang tidak dikabulkan (berdoa’ di atas do’a).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْأَرْبَعِ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
Artinya:
Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW mengucapkan, 'Allaahumma inni a'udzu bika minal arba'i min illmin laa yanfa'u wamin qalbin laa yakhsya'u wamin nafsin laa tasyba'u wa min du'aain laa yusma'u (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari empat perkara, yaitu: Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, dari jiwa yang tidak pernah kenyang (rakus), dan dari doa yang tidak dikabulkan) "(H. R. Abu Daud No.  1548.)
Yang menarik dari bagian do’a di atas adalah :
1)      Menurut hemat penulis terdapat ad- duaa’u ‘ala adduaa’i  yaitu berdoa’ dalam do’a. Ketika menyebut (berdo’a) apa yang kita inginkan, lalu kita mendoakan “do’a” kita agar bisa dikabulkan. Subhanallah, sebuah teladan yang patut kita amalkan dari do’a Rasulullah SAW.
2)      Hadits di atas juga mengajarkan kita untuk memohon agar diberikan ilmu yang bermanfaat. Indikator ilmu yang bermanfaat (di antaranya) adalah selalu bertambah (ziyaadah) dan membawa kebaikan (al khair) sehingga terkenal istilah barokah yaitu: ziyadatu al-khairi (tambahan kebaikan)
3)      Hadits di atas mengajarkan kita untuk memohon agar diberikan hati yang khusu’ serta jauh dari jiwa yang tak pernah puas (rakus). Jika rakus dalam kebaikan/ibadah, ingin terus dan terus ibadah sambil bekerja itu tidak masalah. Tetapi jika rakus dalam urusan dunia, maka inilah yang seringkali mengarah pada sikap yang tidak pernah puas, lupa bersyukur dan pada ujungnya menjadi budak bagi dirinya sendiri.

3.      Bersungguh-Sungguh
Bersunggug-sungguh, atau kita kenalnya dengan untaian kata-kata indah “Man Jadda Wajada”  : Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Segala sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, Insyallah akan berhasil. Bagaimana kita bersikap sungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita kita ? Kita ambil contoh cita-cita jadi Programmer, apa yang kita lakukan dengan cita-cita itu? Kita harus mempunyai ilmu per-Kodingan, caranya adalah dengan belajar. Belajar dengan sesungguh-sungguhnya, mulai dari teori dan prakteknya. Karena jadi programer harus pintar dan juga analisa yang bagus, kalau tidak pintar nanti bisa-bisa salah dalam penentuan alur sebuah program. Programnya tidak sesuai dengan yang diinginkan[2].

4.      Sabar dan Berprasangka Baik (Khusnudzon)
Sabar adalah sebuah keindahan (al shobru jamiilun), tidak ada yang lebih mudah dari sabar kecuali mengucapkannya.  Mengucapkan sabar itu mudah, menerapkannya sulit. Ada juga yang menganalogikan shabar  (sabar)dengan shabir (semacam obat).[3] misalnya:
الصبر كالصبر مرّ فى مذاقته لكن عواقبه أحلى من العسل
(Asshobru ka al-shabiri murrun fi madzaqatihi, laakinna ‘awakibuhu ahla min al-‘asali)
Sabar itu bagaikan obat, pahit rasanya, tapi dampaknya lebih manis dari madu
Dalam Al-Qur’an AL-Baqarah (2) ayat 45 disebutkan:
Artinya:
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
Hal yang mirip ditemukan dalam Al-Qur’an AL-Baqarah (2) ayat 153:
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.
Dalam surat Al-Kaffi: 18:28 disebutkan peringatan tentang orang yang sabar:
Artinya:
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
Memang, seperti dalam pepatah arab disebutkan bahwa orang yang sabar pasti akan beruntung:
ظفر صبر من
(man shobara zhofira)
Orang  yang bersabar, akan beruntung
Bersikap sabar dalam menggapai cita-cita itu perlu dan wajib. Karena untuk mencapai sesuatu yang baik, harus didahului dengan niat dan perasaan yang baik pula. Kita harus senantiasa ber Husnudzon kepada Allah, karena segala sesuatu adalah atas Ridho Allah. Kita ambil contoh, saat kita berbisnis membuka usaha perdagangan. Apakah bisnis itu langsung besar dan dipercayai banyak orang ? Tentu jawabannya adalah TIDAK, karena untuk menjadi besar ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, entah itu toror, komplai, dll. Kita harus senantiasa ber Husnudzon kepada Allah, ‘Ini adalah Jalan Untuk Membuat Saya Jadi Besar, Thanks Allah’.

B.     Kunci Sukses Belajar Mahasiswa dan Pelajar
1.      Zaka’ atau cerdas.
Kata cerdas bukan hanya simbol orang yang ber IQ tinggi. Karena itu hanya bagian dari kecerdasan. Di samping  IQ (intellectual quotient), ada EQ (emotional Quotient) dan SQ (Spritual Quotient). Apa gunanya IQ tinggi kalau egois dan tidak bisa mengambil simpati/bersahabat dengan yang lain.  Harus ada balance karena:
a.       Jika hanya IQ yang tinggi, banyak orang yang sok tau, ke pedean, terkadang egois (selfish) atau kebanyakan bahasa “akunya” bahkan lebih senang debat daripada kerja
b.      Jika EQ yang tinggi, tanpa IQ juga berbahaya, karena terlalu pandai mengambil simpati orang, maka dikhawatirkan terjadi KKN.
c.       Jika SQ yang tinggi, maka orang akan lebih senang ibadah daripada kerja. Padahal kerja adalah bagian daripada ibadah juga. Dan kecerdasan spritual (SQ) dibangun oleh IQ serta EQ harus ditopang oleh IQ dan SQ. Ketiganya hanya bisa dibedakan tetapi sulit dipisahkan bila mengharapkan pribadi yang mau dan mampu menjadi pfofesional da proporsional.

2.      Hirsun/ semangat yang tinggi.
 Semangat yang tinggi membuat orang menjadi mau dan mampu. Karena yang utama bagi penimba ilmu adalah semangat. Ibarat orang yang cinta, jauh terasadekat, sulit terasa mudah, sehari terasa satu jam dan sebagainya. Semuanya itu karena rasa senang atau semangat yang tinggi. Bayangkan jika rasa senang/semangat tinggi tersebut ditransfer kepada cara belajar. Maka kemauan dan kemampuan akan berjalan seiring, selaras, seayun untuk membentuk pribadi yang kompeten dan responsible. Selanjutnya, hirshun ini berkaitan sekali dengan rasa ingin tahu (curiousity) yang dimiliki siswa.
Dalam pernyataan di atas, terselip kata mau dan mampu (willingness and ability). Mengapa, hal ini karena:
a.       Banyak orang yang mampu tetapi tidak mau
b.      Banyak yang mau, tetapi tidak mampu
c.       Yang kita inginkan adalah yang mau dan mampu dengan membangun hirsun (semangat) ataupun ghirah untuk menuntut ilmu.
Semangat yang tinggi salah satunya diwujudkan dalam bentuk bertanya (su’al) terhadap apa yang tidak diketahui. Orang bijak mengatakan: Malu bertanya sesat di jalan. Selanjutnya, ketika di madrasah/pondok dulu para ustads sering mengucapkan: Al-su’alu miftaahu al-‘ilmi (bertanya adalah kunci ilmu).
Dalam matan Zubad disebutkan:
مَنْ لَمْ يَكُ يَعْلَمُ ذَا فَلْيَسْأَلِ
مَنْ لَمْ يَجِدْ مُعَلِّمًا َفليْرْحَلِ
 “Orang yang tidak tahu, hendanya bertanya
Jika tidak ada guru (tempat bertanya), hendaknya dia mencari (rihlah ilmiyyah)”

3.      Uang/Biaya.
Biaya memang diperlukan. Secara tekstual kata uang berarti biaya atau materi. Jika dikontekstualisasikan kata uang (bulghah) adalah manifestasi biaya baik berupa materi dan non materi. Dalam hal ini, ada kaitan antara biaya dengan semangat ataupun kesabaran di atas. Sebab, biaya materi, energi adalah hal penting penunjang kesuksesan para penuntut ilmu.

4.      Petunjuk Guru.
Siapa guru itu?. Guru adalah pendidik, bukan pengajar. Karena kalau pengajar bertugas hanya menyampaikan ilmu dari tidak tahu menjadi tahu. Beda halnya dengan pendidik yang sebenarnya. Pendidik adalah sosok yang digugu dan ditiru, dijadikan panutan dan teladan (uswah) baik ucapan, sikap ataupun perilakunya.  Orang bisa saja pandai ilmu pengetahuan dari browsing lewat google, yahu ataupun website lainnya. Tetapi, belum tentu bisa mendidiknya. Singkat kata, peran guru yang memberikan petunjuk (irsyaad) tidak akan pernah tergantikan oleh apapun walaupun berwujud Iptek tercanggih sekalipun.
Guru selanjutya bukan sebatas penyampai, tetapi juga membantu siswa untuk memfilter segala yang dipelajari. Dalam hal ini, kritik-kritik aliran kiri pendidikan, seperti PauloPreire ataupun Ivan Illich yang mengagungkan pendidikan dan pembebasan serta mengkritik banyak praktik pendidikan saat ini kurang relevan diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan islam.
5.      Waktu yang panjang.
Waktu yang panjang sangat diperlukan dalam proses menuntut ilmu. Hal ini perlu digaris bawahi dua hal.
1.      Menuntut ilmu bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan, sementara kebutuhan akan ilmu adalah sepanjag hidup kita. Setiap apa yang dilakukan tanpa ilmu itu mardud (ditolak). Ibarat sholat tanpa syare’at  yang benar maka tidak akan tercapai tujuan yang diinginkan. Ilmu adalah petunjuk agar ibadah kita diterima;
وكلّ من بغير علم يعمل
أعماله مردودة لاتقبل
 (setiap yang bekerja tanpa ilmu, pekerjaannya mardud /tidak akan diterima)
Dalam konteks ibadah, ada ibadah yang diterima (maqbuul) dan ditolak (marduud). Amalan ibadah kita akan diterima apabila dilaksanakan sesuai dengan syarat ataupun rukunnya. Tanpa syarat dan rukun yang benar, ibadah tidak akan diterima (marduudun). Agar syare’at ibadah berjalan sesuai ketentuan, maka yang perlu dilakukan adalah menuntut ilmu. Itulah mengapa, menuntut ilmu itu hukumnya wajib.
2.      Menuntut ilmu bernilai ibadah plus nafkah.
Selanjutnya, bila ilmu telah diperoleh, ilmu harus dimanifestasikan dalam bentuk amal dan pengamalan, karena ilmu disebut ilmu pada dasarnya berarti jelas atau tanda. Jelasnya suatu ilmu akan diketahui bila diikuti dengan amal dan pengamalannya. Amal untuk diri sendiri melalui praktik dan pengamalannya melalui pengabdian kepada yang memerlukannya.
العلم بلا عمل كا الشجر بلا ثمر
Ilmu yang tidak diamalkan, laksana pohon tak berbuah
C.    Masalah yang dapat menghalangi kesuksesan
Sebuah pepatah Arab mengatakan:
العبد حرّ إذا قنع * والحرّ عبد إذا طمع
(al ‘abdu hurrun iza qana’, Wal hurru ‘abdun izathama’ )
Seorang budak adalah majikan (bos) bila dia qana’ah, Dan seorang majikan (bos) adalah budak apabila dia serakah.
Ungkapan diatas mengajak kita untuk tidak serakah, tetapi qana’ah atau menerima apa adanya setelah kita berusaha. Dalam kutipan diatas, tergambar bahwa, seseorang yang selalu merasa kurang (serakah) atau tama’ tidak akan pernah merasa puas, maka ia akan menjadi budak bagi dirinya sendiri bahkan juga orang lain. Sebaliknya, seorang budak/hamba sahaya ataupun orang biasa yang membekali diri dengan sikap qana’ah, maka dia bisa mengendalikan dirinya sendiri dan pada akhirnya dia bukan diperbudak oleh keinginannya sendiri, tetapi ia adalah bos. Merasa nyaman, aman dan tidak merasa terkejar oleh apa yang membuatnya serakah.
Orang yang serakah biasanya terjebak oleh dirinya sendiri, yang dikejar tidak dapat, yang sudah didapat justeru berceceran. Dalam hal ini, perlu dibedakan dua hal yaitu:
Kebutuhan (need/al-haajah)
Keinginan (willingness/al-iraadah)
Sesuatu yang ideal adalah kita menginginkan sesuatu yang kita butuhkan. Jadi, we want because we need it (kita ingin karena kita memerlukannya). Namun yang sering terjadi adalah keinginan lebih tinggi dari kebutuhan. What we want is more than what we need (yang kita inginkan lebih dari yang kita butuhkan). Konsekwensinya adalah tidak jarang membuat orang lupa untuk mensyukuri apa yang telah diperolehnya. Sehingga ia selalu ingin, ingin dan ingin terhadap sesuatu yang belum tentu ia butuhkan.
BAB III
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
SUKSES bukan orang pintar dan kaya raya, Tetapi sukses adalah orang yang dapat membagi ilmunya untuk orang lain. Dan menjadikan orang lain berhasil dengan ilmu yang dia ajarkan.
Penulis Membagi 2 Macam kunci sukses bagi Mahasiswa/Pelajar, yaitu :
1.      Kunci Sukses Mahasiwa/ Pelajar secara global
a.       Luruskan Niat
b.      Do’a dan Usaha : Kunci Sukses Penuntut Ilmu
c.       Bersungguh-Sungguh
d.      Sabar dan Berprasangka Baik
2.      Kunci Sukses Belajar Mahasiswa/Pelajar
a.       Zaka’ atau Cerdas
b.      Hirsun atau Semangat yang tinggi
c.       Uang atau Biaya
d.      Petunjuk Guru
e.       Waktu yang panjang
Adapun hal atau sifat yang dapat menghalangi kesuksesan itu sendiri, yaitu Orang yang serakah yang bbiasanya terjebak oleh dirinya sendiri, yang dikejar tidak dapat, yang sudah didapat justeru berceceran. Dalam hal ini, perlu dibedakan dua hal yaitu:
1)      Kebutuhan (need/al-haajah)
2)      Keinginan (willingness/al-iraadah)

B.     Saran-saran
Sebagai mahasiswa perguruan tinggi Agama Islam, maka sepantasnyalah kita menggali lebih dalam lagi tentang berbagai ilmu pengetahuan tentang agama dan tidak pernah merasa cukup apalagi puas dengan hasil yang diperoleh, juga tidak berhenti hanya setelah berhasil menggali, tapi berusaha mendakwahkannya dan membimbing umat ke arah kemajuan dan kebenaran hakiki. Agar dapat menuju pintu kesuksesan dalam belajar. Sebab, masa kini adalah masa dimana umat Islam mengalami kemunduran di bidang ilmu pengetahuan, bahkan umat Islam sendiri mengalami pengikisan keilmuan tentang agama mereka sendiri, dan parahnya lagi kemerosotan tersebut diindikasi sudah merambat ke berbagai sisi kehidupan umat Islam.
Hal ini dapat dibuktikan dengan kemerosotan akhlak, penurunan tensi kegiatan-kegiatan keagamaan di berbagai tempat, beralih fungsinya tujuan ibadah menjadi tujuan duniawi, dan sebagainya. Maka kita menjadi tonggak yang harusnya paling kuat dalam menahan arus kemunduran umat ini. Tentu tidak bisa berdiam diri dengan berkutat dengan ketidakpedulian terhadap kondisi umat.


DAFTAR PUSTAKA
Sutikono, Sobry. 2008. Landasan Pendidikan. Bandung: Prospect.
Syah, Muhibbin. 2005. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.



[1] Sutikono, Sobry. Landasan Pendidikan. (Bandung: Prospect. 2008). Hal.39
[2] Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar.( Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2005).  Hal. 54
[3] Ibid. hal.55

Jumat, 24 Mei 2013

Tulisan Motivasi kUu







Kata Inspiratif kUu

Segala sesuatu yang tulus tidak perlu diungkapkan, cukup di buktikan..

Kebahagiaan sejati tidak menyakiti diri sendiri dan oranglain..

Kamu tidak sendirian di dunia ini, banyak tempat untuk berbagi suka dukamu, termasuk sahabat dan orangtua mu.

Sabar lebihbaik daripada menyalahkan keadaan..

Sabar itu indah, karena kemungkinan mendapatkan sesuatu yg lebihbaik itu pasti ada..

Berbicaralah dengan hati agar kata-kata kita tak melukai.,

Slalu ada cinta yg nyata dalam keluarga..

Kalo tahu bagaimana sakitnya hati terluka, berhenti untuk melukai!..

Daipada mengeluh, lebihbaik bersyukur. Percaya pada Allah,, pasti rencananya jauh lebih indah..

Bahagia itu sederhana. Apa yg membuatmu tersenyum, jgn lepaskan!..

Jangan benci sesorang hanya dengan pertama melihatnya.. Kenali lebihjauh,, maka kamu kan temukan sesuatu yg berbeda..

Ktika sudah kamu menghancurkan sebuah kepercayaan, kamu tak akn mendapatkan kepercayaan sebaik yg pertama kamu dapatkan..

Meski kita belum membahagiakan orangtua,, setidaknya kita tidak membuat malu nama mereka..

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk membahagiakan orang yg dicintainya.
yang terpenting bagaimana kita menghargai usahanya.

Syukuri apa yg ada dalam hidupmu, karena belum tentu orang lain merasakan apa yang kamu rasakan..

Sadar akan kekurangan lebihbaik daripada bangga akan kelebihan..

Daripada membalas keburukan dengan keburukan,, lebihbaik memaafkan. Karena pada dasarnya, membalas bukanlah tugas kita..

Setiap masalah pasti Allah memberikan semampu kita. Semangat! Kita pasti kuat & bisa menghadapinya! (`-´)ง

FOLLOW ME
@Sholiha_02101994



Kamis, 13 Desember 2012

Koleksi Kartun Hijab Cantik


Kartun Hijab ini sempat menginspirasi saya, bahwa sebuah kartun yang berhijab saja sangat indah kita lihat, apa lagi kalau kita yang menggunakannya..
Subhanallah, Sungguh indah ciptaanmu.

















































               Catatan Motivasi kUu
Ketika seseorang mengatakan hal yg buruk padamu,,
Sesungguhnya dia sedang menunjukkan bahwa dia tidak lebih baik darimu..

Jika kamu berpikir kamu lemah,, kamu salah!
Allah tahu kemampuanmu,,
Masalah hanya tuk orang yg kuat..
Kamu lemah jika kamu menyerah.

Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.. Meski kadang kamu tak mengerti alasannya,, tapi Allah selalu memberimu sebuah pelajaran.

Jangan jalani hidup dengan penyesalan.. Kesalahan adalah pelajaran..
Nikmati hidupmu,, jadikan sebuah kenangan yg pantas diceritakan..

Kejujuran memang bisa sangat menyakitkan.. Tapi itu lebih baik daripada berbahagia karena kebohongan..

Kadang lebih baik bersama dia yg kamu cinta,, meskipun ada luka,, daripada bersama seseorang yang berimu tawa, tapi tak ada rasa..

Jangan menyerah pada cinta karena selalu ada seseorang yang mencintaimu.. Bahkan jika itu bukan orang yang kamu harapkan..

Jika seseorang ingin pergi darimu, biarkan dia pergi.. Jangan memaksa dia tuk tinggal, ketika hatinya tak lagi bersamamu..

Jika anda tidak suka apa yang ada di sekeliling anda,, ubahlah,, setidaknya ubahlah diri anda sendiri..
Ingat,, anda bukan sebatang pohon..

Jika yang anda cari belum anda dapati,,
periksa kembali apa yang anda cari..
Karena apa yang anda lihat tergantung dari apa yang anda cari..

Jangan mencari kawan yg membuat Anda merasa nyaman,, tetapi carilah kawan yg memaksa Anda terus berkembang..

Anda tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu.. Karena Anda akan membangun keahlian itu dari melakukannya..

Ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yg sangat berarti bagi Anda..

Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi anda dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan merisaukan masa depan.

Angan biarkan diri terpaku dengan hubungan masa lalu- yg berakhir telah berakhir. Lebih baik temukan seseorang yang baru

Kenangan tak akan bisa berubah, meski orang di dalamnya telah berubah. Tapi kamu harus melupakannya jika ingin terus melangkah.bahagia.

Rencana Tuhan itu seperti film. Semua cerita baik dan buruk dirancang dengan baik untuk sebuah akhir yg bahagia.

Jatuh cinta tak berarti kamu akan selalu bahagia, karena akan ada luka. Namun, kamu akan selalu temukan jalan untuk tetap bersama.

Terkadang cinta memang begitu menyakitkan, tapi karena cinta juga, kamu selalu temukan dirimu tersenyum tanpa alasan.